Example 300250
DaerahKesehatanMamuju

Targetkan Eliminasi TBC, Dinkes Sulbar Intensifkan Deteksi Dini di Seluruh Kabupaten

×

Targetkan Eliminasi TBC, Dinkes Sulbar Intensifkan Deteksi Dini di Seluruh Kabupaten

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Penanganan Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu pilar utama dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang tengah diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar melaporkan hasil deteksi dini sepanjang Januari 2026 sebagai pijakan intervensi kesehatan setahun ke depan.

​Langkah ini merupakan bagian dari misi besar mewujudkan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Rapot Merah-Hijau Penemuan Kasus Januari 2026

​Berdasarkan data DKPPKB, sebanyak 274 kasus TBC berhasil ditemukan di seluruh wilayah Sulbar pada bulan pertama tahun 2026. Dari sisi target bulanan (7,5%), dua kabupaten tercatat menunjukkan kinerja deteksi yang sangat baik, sementara sisanya masih memerlukan perhatian khusus.

  • Pencapaian di Atas Target: Kabupaten Majene (9,4%) dan Mamuju (8,6%) sukses melampaui target deteksi dini.
  • Pencapaian di Bawah Target: Polewali Mandar (6,1%), Mamuju Tengah (4,4%), Pasangkayu (3,8%), serta Mamasa yang masih berada di angka 0,9%.

​Secara volume, Polewali Mandar mencatat temuan tertinggi dengan 109 kasus, diikuti Mamuju (68 kasus), dan Majene (59 kasus).

Strategi Active Case Finding (ACF)

​Kepala DKPPKB Sulbar, Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding) adalah kunci memutus rantai penularan. Pihaknya tidak akan menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan melakukan jemput bola melalui skrining berbasis komunitas.

​“Gubernur Suhardi Duka berkomitmen memastikan setiap pasien ditemukan sedini mungkin dan mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Deteksi dini bukan sekadar mencari angka, tapi menyelamatkan nyawa dan memutus penularan di masyarakat,” ujar Nursyamsi Rahim.

Optimalisasi Tes Cepat Molekuler (TCM)

​Selain penemuan aktif, DKPPKB akan memfokuskan pendampingan pada kabupaten dengan capaian rendah seperti Mamasa, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Penguatan dilakukan melalui optimalisasi penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) agar diagnosis lebih cepat dan akurat.

​“Dengan deteksi dini yang kuat dan pengobatan yang tepat, kita memastikan generasi Sulbar tumbuh sehat dan berdaya saing. Kami mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan masyarakat untuk berperan aktif mendukung eliminasi TBC 2026,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *