Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten guna memaksimalkan potensi maritim di Bumi Manakarra. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala DKP Kabupaten Pasangkayu, Afriani, ke Aula DKP Provinsi Sulbar pada Senin (9/2/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada koordinasi program kerja sektor perikanan tangkap tahun 2026, yang menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), terkait pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Nelayan
Kepala DKP Pasangkayu, Afriani, menekankan bahwa kolaborasi antara kabupaten dan provinsi sangat krusial agar program yang disusun benar-benar berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir. Pasangkayu, dengan garis pantainya, memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara terintegrasi.
Merespons hal tersebut, Kepala DKP Provinsi Sulbar, Safaruddin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah proaktif Pasangkayu. Melalui pesan singkat, ia menegaskan bahwa sinkronisasi adalah kunci agar bantuan dan program pemerintah tepat sasaran.
“Koordinasi antar daerah seperti ini sangat penting untuk memastikan program memberikan manfaat langsung bagi masyarakat nelayan dan sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Barat,” tegas Safaruddin.
Pemetaan Program yang Tepat Sasaran
Rombongan DKP Pasangkayu diterima langsung oleh Sekretaris DKP Sulbar, Oktorio AS, dan Kabid PDSPKP, Muhammad Iqbal. Dalam diskusi teknis tersebut, Oktorio menyoroti pentingnya pemetaan program yang akurat agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran dan distribusi bantuan.
“Sinergi kabupaten dan provinsi akan memberikan dampak positif bagi produktivitas sektor perikanan secara keseluruhan. Kita ingin memastikan sumber daya kelautan kita dikelola dengan cara yang berkelanjutan,” ujar Oktorio.
Menjawab Tantangan Sektor Perikanan
Kabid PDSPKP Sulbar, Muhammad Iqbal, menambahkan bahwa koordinasi ini juga menjadi wadah untuk merumuskan solusi atas tantangan teknis di lapangan, seperti pembaruan alat tangkap nelayan dan manajemen data sumber daya kelautan.
Diskusi diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyusun peta jalan perikanan tangkap tahun 2026 yang lebih modern dan berorientasi pada ekspor, demi mewujudkan Sulawesi Barat sebagai salah satu lumbung ikan nasional yang tangguh. (Rls)







