Jakarta, 8enam.com.-Sebagai upaya menjaga performa dan kebugaran di tengah tingginya ritme kerja di Ibu Kota, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Penghubung Provinsi Sulawesi Barat di Jakarta melakukan pemeriksaan kesehatan darah rutin secara mandiri, Jumat (6/2/2026).
Langkah preventif ini diambil untuk mendeteksi dini potensi penyakit, memastikan kesiapan fisik dalam bertugas, serta meningkatkan produktivitas pelayanan sebagai etalase Provinsi Sulawesi Barat di Jakarta.
Deteksi Dini untuk Kinerja Optimal
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan kadar kolesterol, asam urat, gula darah, hingga tekanan darah. Mengingat biaya dilakukan secara mandiri, hal ini menunjukkan kesadaran tinggi para ASN terhadap pentingnya investasi kesehatan sebagai penunjang karier dan keselamatan kerja.
Kasubid Promosi Data dan Investasi Daerah, Nurul Farasmy, menjelaskan bahwa tes kesehatan ini memiliki kaitan erat dengan efektivitas kerja organisasi.
“Dengan mengetahui kondisi fisik sejak dini, kita bisa melakukan penanganan lebih cepat sebelum menjadi parah. Pegawai yang sehat tentu lebih fokus, bertenaga, dan jarang absen, sehingga pelayanan tetap prima,” ungkap Nurul.
Dukungan Terhadap Visi Pancadaya
Aksi sadar sehat ini selaras dengan pilar Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), khususnya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing.
Kesehatan pegawai menjadi fondasi utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Tanpa fisik yang bugar, mustahil pelayanan dasar yang berkualitas dapat diwujudkan secara konsisten. Selain perlindungan kesehatan individu, rutin melakukan tes kesehatan membantu organisasi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Siap Jalankan Tugas Negara
Melalui proses pemeriksaan rutin ini, diharapkan seluruh ASN di Kantor Penghubung Sulbar selalu dalam kondisi siap siaga untuk menjalankan tugas-tugas koordinasi antar-lembaga, promosi investasi, serta pendampingan agenda daerah di tingkat pusat.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan sebagai modal utama dalam melayani masyarakat. (Rls)







