Example 300250
DaerahMamuju

Perkuat Layanan di Daerah Terbatas, DKPPKB Sulbar Optimalkan Peran Dokter Internship

×

Perkuat Layanan di Daerah Terbatas, DKPPKB Sulbar Optimalkan Peran Dokter Internship

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkokoh pilar pelayanan kesehatan melalui dukungan penempatan dokter muda dalam Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI). Langkah ini menjadi instrumen krusial dalam mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK).

​Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, dr. Hj. Nursyamsi Rahim, dalam agenda Evaluasi dan Pemulangan Peserta PIDI/PIDGI periode Februari yang digelar secara daring, Jumat (6/2/2026).

Solusi Pemerataan Tenaga Medis

​Dalam arahannya, dr. Nursyamsi menekankan bahwa penempatan dokter internsip bukan sekadar pemenuhan syarat kompetensi bagi lulusan kedokteran, melainkan solusi nyata atas keterbatasan tenaga medis di wilayah-wilayah strategis Sulawesi Barat.

​”Program internsip ini adalah bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan daerah. Kehadiran para dokter muda di Puskesmas dan Rumah Sakit sangat membantu pemerataan pelayanan, terutama di daerah yang akses tenaga spesialisnya masih terbatas,” ujar dr. Nursyamsi.

Rekam Jejak Pengabdian di Bumi Manakarra

​Sulawesi Barat telah menjadi lokasi pelaksanaan program internsip dokter sejak tahun 2015 yang tersebar di Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Majene, dan Pasangkayu. Sementara itu, untuk internsip dokter gigi (PIDGI), Sulbar telah memulai partisipasinya sejak tahun 2023 di Pasangkayu dan Polewali Mandar.

​Sesuai dengan Permenkes Nomor 7 Tahun 2022, program ini memastikan para dokter yang lulus telah melewati praktik lapangan yang intensif, sehingga mereka menjadi tenaga medis yang profesional, mandiri, dan beretika.

Apresiasi dan Harapan Pengabdian

​Pemprov Sulbar menyampaikan apresiasi tinggi kepada para dokter yang telah menuntaskan masa pengabdiannya. dr. Nursyamsi berharap pengalaman yang didapatkan selama bertugas di pelosok Sulawesi Barat dapat menjadi bekal berharga untuk terus mengabdi bagi kemanusiaan.

​”Kehadiran mereka telah memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap sinergi dengan Kementerian Kesehatan ini terus berlanjut demi memperkuat fondasi kesehatan masyarakat Sulawesi Barat,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *