Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung sinergi antara dunia akademik dan pemerintah. DKP Sulbar secara resmi memfasilitasi penelitian lapangan mahasiswi Program Studi Perikanan Tangkap, Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), di wilayah Kabupaten Mamuju, Jumat (6/2/2026).
Langkah ini selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang terus mendorong pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan data yang akurat, khususnya pada sektor unggulan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Fokus pada Kelayakan Usaha dan Populasi Ikan
Riset yang akan berlangsung selama satu minggu ini mencakup dua topik strategis:
- Analisis Kelayakan Usaha: Mengkaji aspek ekonomi kapal purse seine di Kampung Nelayan Mamuju.
- Dinamika Populasi: Meneliti stok ikan tongkol yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan (PP) Kasiwa.
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, menyambut positif inisiatif akademik ini. Menurutnya, hasil riset mahasiswa bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan referensi berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
”Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian lapangan adalah langkah strategis untuk menyiapkan SDM perikanan yang unggul. Kami berharap hasil penelitian ini menjadi rujukan ilmiah dalam mengelola perikanan tangkap yang berkelanjutan di Sulawesi Barat,” ujar Safaruddin.
Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Mahasiswi UNSULBAR diterima secara resmi oleh Plh. Kasubag Umum dan Kepegawaian DKP Sulbar, Rusli YG. Fasilitasi ini mencakup akses data dan pendampingan administrasi guna memastikan proses pengambilan data di lapangan berjalan lancar.
Secara edukatif, riset ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi ekonomi komoditas ikan tongkol serta efisiensi alat tangkap purse seine. Data tersebut sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan pelestarian sumber daya laut.
Harapan untuk Nelayan Mamuju
Melalui kolaborasi ini, DKP Sulbar berharap tercipta ekosistem riset yang produktif antara universitas dan pembuat kebijakan. Dengan kebijakan yang didasari data ilmiah, intervensi pemerintah terhadap masyarakat nelayan di Mamuju diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, bertanggung jawab, dan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal secara jangka panjang. (Rls)







