Mamuju, 8enam.com.-Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melakukan sinkronisasi intensif terkait rencana belanja hibah tahun anggaran 2026 bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaekraf). Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran hibah dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekonomi kreatif yang berdaya saing.
Verifikasi Ketat demi Ketepatan Sasaran
Kasubbid Perencanaan Pendapatan dan Belanja Operasi BPKAD Sulbar, Muhammad Apriady, menekankan bahwa setiap usulan hibah dari Disporaekraf harus melalui proses verifikasi dokumen yang ketat. Hal ini penting untuk menjaga keselarasan program dengan prioritas pembangunan daerah serta mencegah terjadinya tumpang tindih anggaran.
“Kami memastikan seluruh usulan program sesuai dengan regulasi yang berlaku. Verifikasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi upaya memastikan bahwa dana hibah ini benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di bidang pemuda, olahraga, hingga pariwisata,” jelas Apriady.
Mendorong Sektor Strategis dan Ekonomi Kreatif
Dalam koordinasi tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan perhatian khusus. BPKAD dan Disporaekraf sepakat bahwa kedua sektor ini memiliki potensi besar dalam membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah melalui pemberdayaan potensi lokal.
Di sisi lain, dukungan terhadap peningkatan sarana olahraga dan kegiatan kepemudaan juga dipacu sebagai instrumen utama pembangunan karakter generasi muda di Sulawesi Barat.
Sinergi untuk Manfaat Nyata
Perwakilan Disporaekraf Sulbar menyatakan bahwa pengajuan belanja hibah 2026 difokuskan pada penguatan destinasi wisata dan dukungan infrastruktur olahraga. Dengan pendampingan dari BPKAD, diharapkan seluruh tahapan mulai dari perencanaan hingga penyaluran hibah berjalan sesuai aturan.
“Kami berharap melalui sinergi ini, program yang kami usulkan mendapatkan dukungan anggaran yang memadai dan yang terpenting memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Sulawesi Barat,” ungkap perwakilan Disporaekraf.
Melalui langkah sinkronisasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimis tata kelola keuangan daerah semakin transparan, sekaligus mampu mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan. (Rls)







