Mamuju, 8enam.com.-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat barisan dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme. Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menerima audiensi strategis dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar guna mematangkan langkah mitigasi ideologi di wilayah Bumi Manakarra, Kamis (5/2/2026).
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan atensi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menempatkan stabilitas keamanan dan perlindungan ideologi bangsa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pencegahan Integratif, Bukan Reaktif
Dalam pertemuan tersebut, Darwis Damir menegaskan bahwa pola pencegahan terorisme di Sulawesi Barat tidak boleh lagi hanya bersifat reaktif atau menunggu kejadian. Ia mendorong transformasi strategi yang lebih modern dan menyentuh akar rumput.
“Strategi yang kita dorong ke depan harus bersifat integratif, mitigatif, dan berbasis jejaring sosial. Kita harus memanfaatkan social capital atau modal sosial yang ada di tengah masyarakat sebagai benteng pertahanan pertama terhadap paham radikal,” ujar Darwis.
Memetakan Risiko Lewat Indeks Kerawanan
Menjawab tantangan tersebut, Ketua FKPT Sulawesi Barat, H. Muhammad Sahlan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan Pengukuran Indeks Kerawanan Terorisme (IKT) atau Survei Risiko Terorisme (SRT). Data ini nantinya akan menjadi navigasi bagi pemerintah daerah dalam menentukan titik-titik rawan yang memerlukan perhatian khusus.
“Hasil pengukuran indeks ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah sebagai gambaran objektif mengenai risiko dan potensi terorisme di Sulbar. Ini penting agar penyusunan program pencegahan ke depan lebih terukur dan tepat sasaran,” jelas Sahlan.
FKPT sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Meski operasional FKPT di daerah banyak mengikuti arahan struktur pusat, forum ini tetap aktif menjalin komunikasi dengan elemen masyarakat, termasuk melalui jalur pendidikan dan sekolah. Hal ini diapresiasi oleh Kesbangpol sebagai upaya menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
“FKPT adalah mitra sangat penting bagi Kesbangpol dalam menjaga stabilitas ideologi. Kami ingin membangun pemahaman yang sama dan memperkuat sinergi agar Sulawesi Barat tetap menjadi daerah yang aman, toleran, dan jauh dari ancaman terorisme,” pungkas Darwis. (Rls)







