Mamuju, 8enam.com.-Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat memastikan program bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu berjalan tanpa celah. Melalui Tim Pastipadu, Pemprov Sulbar menggelar rapat intensif pembahasan penetapan calon penerima beasiswa, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini merupakan implementasi langsung dari visi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka (SDK), khususnya pada pilar peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan yang merata.
Sinkronisasi Data demi Keadilan
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pemkesra, Muh. Dhany Sadry, fokus pada sinkronisasi data calon penerima serta mekanisme verifikasi dan validasi lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa bantuan pendidikan tersebut tidak salah sasaran dan benar-benar menjangkau mereka yang berada dalam garis kemiskinan.
“Kami ingin memastikan proses penetapan ini berjalan objektif dan transparan. Tim bekerja keras menyisir data agar program beasiswa ini memberikan rasa keadilan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujar Dhany.
Komitmen Akuntabilitas dan Transparansi
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, dalam keterangannya di tempat terpisah, menekankan bahwa ketelitian adalah kunci utama dalam penyaluran dana publik. Ia menginstruksikan Tim Pastipadu untuk bekerja secara cermat guna mencegah potensi ketidaktepatan sasaran.
“Program beasiswa ini adalah amanah. Proses verifikasi dan validasi data harus dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab. Kami tidak ingin ada bantuan yang jatuh ke tangan yang tidak berhak,” tegas Murdanil.
Dampak Nyata bagi SDM Sulawesi Barat
Murdanil menambahkan bahwa hasil kerja Tim Pastipadu akan menjadi dasar kuat bagi penetapan kebijakan beasiswa ke depan. Dengan data yang valid, diharapkan program ini mampu menekan angka putus sekolah dan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM di Bumi Manakarra.
“Program ini harus berdampak nyata. Melalui prosedur yang ketat, kita harapkan anak-anak dari keluarga miskin di Sulawesi Barat memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi, sejalan dengan visi Gubernur SDK,” pungkasnya. (Rls)







