Mamuju, 8enam.com.-Suasana khidmat menyelimuti Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat pada Kamis (5/2/2026) malam saat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar tahlilan dan doa bersama untuk almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Dalam momen tersebut, Gubernur Suhardi Duka (SDK) menyampaikan testimoni mendalam mengenai sosok almarhum yang ia sebut sebagai “sosok langka” yang memegang teguh integritas dan kejujuran. Tausyiah pada kegiatan ini dibawakan oleh Annaguru Muhasib Kamaludin.
Persahabatan yang Lahir dari Keprihatinan
Gubernur SDK mengenang masa-masa awal kesepakatan mereka untuk maju memimpin Sulbar. Saat itu, SDK telah merasa nyaman di DPR RI dan almarhum sebenarnya sudah bersiap untuk pensiun di Jakarta bersama keluarga. Namun, rasa cinta yang besar terhadap daerah mengubah garis hidup keduanya.
“Beliau berpesan kepada saya, ‘kalau kau cintai daerahmu, kembali ke daerahmu’. Kami bersepakat membangun daerah ini bukan karena ambisi jabatan, melainkan karena dorongan keprihatinan atas persoalan yang dihadapi Sulawesi Barat,” kenang SDK.
Integritas dan Kepercayaan “Dua Kali Lipat”
Selama hampir satu tahun memimpin bersama, SDK mengaku memetik banyak pelajaran berharga tentang etika dan kepercayaan. Meskipun almarhum berusia sebelas tahun lebih tua darinya, Salim S. Mengga selalu menunjukkan rasa hormat dan balasan kepercayaan yang luar biasa.
“Satu kali saya hargai Pak Salim, satu kali saya beri kepercayaan, dia balas ke saya dua kali lipat. Itu hebatnya beliau. Beliau mengajarkan kita tentang integritas dan kejujuran yang murni. Pantas jika Sulbar merasa sangat kehilangan sosok yang mungkin 50 tahun ke depan belum tentu kita temukan lagi yang sebanding,” ungkap SDK.
Menjaga “Senyum” Almarhum Melalui Pembangunan
Bagi SDK, kepergian Salim S. Mengga adalah duka yang sangat memukulnya hingga sulit untuk berdiri saat pertama kali mendengar kabar tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa duka ini tidak boleh melemahkan langkah pembangunan di Sulawesi Barat.
Gubernur SDK menegaskan tekadnya untuk tetap berada di jalur perjuangan yang telah mereka rintis bersama. Ia ingin memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan sesuai rel yang telah disepakati sejak awal.
“Kita harus tegar untuk melanjutkan harapan-harapan beliau. Jangan belok-belok. Saya ingin dalam perjalanan ini beliau tersenyum melihat kita dari sana, melihat bahwa sahabat dan adik-adiknya tetap berada di jalur yang menjadi harapannya dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Tahlilan ini menjadi penghormatan terakhir sekaligus penguat komitmen bagi jajaran Pemprov Sulbar untuk memastikan nilai-nilai perjuangan almarhum tetap hidup dalam setiap kebijakan daerah ke depan. (Rls)







