Mamuju, 8enam.com.-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat mengambil langkah nyata dalam memerangi penyakit tidak menular dengan menggelar aksi edukasi dan skrining kanker paru, Kamis (5/2/2026). Bertempat di ruang tunggu Rekam Medik, kegiatan ini ditujukan bagi pasien dan pengunjung sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Panca Daya ketiga yang digagas Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yakni membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui peningkatan literasi dan derajat kesehatan masyarakat.
Deteksi Dini sebagai Kunci Harapan Hidup
Dalam sesi edukasi, dr. Dewi memaparkan materi komprehensif mengenai gejala klinis, metode diagnosis, hingga faktor risiko utama kanker paru. Selain mendapatkan informasi medis, para pengunjung juga diberikan layanan skrining awal secara langsung untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan sejak dini.
“Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama. Kanker paru seringkali terlambat dideteksi karena gejalanya yang menyerupai penyakit pernapasan biasa. Melalui skrining ini, kita ingin memutus rantai keterlambatan penanganan,” ujar dr. Dewi di hadapan para peserta.
Komitmen Pelayanan Kesehatan Paripurna
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan edukasi ini dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pada 4 Februari, RSUD juga telah sukses melaksanakan sosialisasi mengenai kanker payudara.
“Edukasi dan skrining ini adalah bentuk komitmen kami memberikan pelayanan paripurna. Kami tidak ingin hanya mengobati, tetapi juga aktif melakukan upaya promotif dan preventif. SDM Sulbar yang berkualitas hanya bisa terwujud jika masyarakatnya sadar akan pentingnya deteksi dini kesehatan,” jelas dr. Musadri.
Membangun Budaya Peduli Kesehatan
Melalui kegiatan ini, RSUD Sulbar berharap literasi kesehatan masyarakat semakin meningkat. Dengan mengenali faktor risiko seperti paparan asap rokok dan polusi, masyarakat diharapkan dapat mengubah pola hidup menjadi lebih sehat.
Layanan skrining rutin ini diharapkan menjadi budaya baru di tengah masyarakat Sulawesi Barat, sehingga angka keberhasilan pengobatan kanker dapat meningkat melalui penanganan yang lebih cepat dan tepat. (Rls)







