Mamuju, 8enam.com.-Menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan seluruh lini kekuatannya dalam kondisi prima. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar secara rutin melaksanakan pemeliharaan dan pengecekan menyeluruh terhadap peralatan operasional, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), agar seluruh personel maupun sarana prasarana kebencanaan selalu dalam kondisi “siap gerak” untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Peralatan Harus Berfungsi Optimal
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa keandalan alat adalah kunci kecepatan evakuasi. Menurutnya, kegagalan teknis pada peralatan saat terjadi bencana dapat berakibat fatal pada keselamatan jiwa.
“Tim Reaksi Cepat harus selalu siap bergerak kapan saja. Karena itu, peralatan tidak boleh hanya tersedia sebagai pajangan, tetapi harus dipastikan berfungsi 100 persen. Pemeriksaan rutin ini adalah komitmen kami untuk hadir secara sigap dan tepat di tengah masyarakat,” ujar Yasir Fattah.
Audit Kelayakan Alat Evakuasi
Proses pemeliharaan ini meliputi audit teknis pada berbagai alutsista kebencanaan, antara lain:
- Armada Operasional: Pengecekan mesin dan kelayakan kendaraan taktis.
- Evakuasi Air: Perawatan perahu karet dan mesin motor tempel.
- Alat Komunikasi: Memastikan koordinasi antar-lapangan tidak terputus.
- Medis & Keselamatan: Pengecekan tas P3K dan alat pelindung diri (APD) personel.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Langkah preventif ini diambil sebagai respon terhadap kondisi cuaca dinamis di Sulawesi Barat yang kerap memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. Dengan perawatan berkala, risiko kendala teknis di lapangan dapat diminimalisir.
“Kesiapsiagaan adalah perpaduan antara personel yang terlatih dan keandalan peralatan. Kami ingin memastikan TRC BPBD Sulbar selalu tanggap dan tangguh dalam menghadapi setiap situasi darurat demi rasa aman masyarakat Sulbar,” pungkas Yasir Fattah. (Rls)







