Example 300250
DaerahEkonomi & BisninMamuju

Melejit 46 Persen, Ekspor Sulawesi Barat Tembus US$643 Juta : Sawit Masih Jadi Primadona di Pasar China

×

Melejit 46 Persen, Ekspor Sulawesi Barat Tembus US$643 Juta : Sawit Masih Jadi Primadona di Pasar China

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatatkan raport hijau sepanjang tahun 2025. Nilai ekspor Bumi Manakarra tercatat mencapai US$643,00 juta, mengalami kenaikan signifikan sebesar 46,41 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

​Capaian gemilang ini menjadi bukti nyata keberhasilan visi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta kompetitif di kancah internasional.

Dominasi Lemak dan Minyak Nabati

​Berdasarkan data statistik perdagangan, performa ekspor Sulbar masih didominasi kuat oleh sektor komoditas unggulan. Lemak dan minyak hewani/nabati (sawit dan produk turunannya) memberikan kontribusi fantastis sebesar 92,97 persen terhadap total ekspor daerah.

​Lonjakan paling impresif terlihat pada Desember 2025, di mana nilai ekspor menyentuh angka US$66,36 juta, atau meroket 131,48 persen jika dibandingkan dengan Desember 2024. Angka ini menunjukkan bahwa produk turunan sawit Sulbar semakin diminati dan memiliki posisi tawar yang kuat di pasar global.

China Jadi Mitra Dagang Utama

​Sepanjang tahun 2025, China tetap kokoh sebagai negara tujuan ekspor utama bagi Sulawesi Barat dengan nilai transaksi mencapai US$420,72 juta. Kontribusi pasar Tiongkok ini mencakup 65,43 persen dari total seluruh nilai ekspor provinsi.

​Selain China, produk-produk unggulan Sulawesi Barat juga berhasil menembus pasar internasional lainnya seperti Korea Selatan, Filipina, Bangladesh, India, hingga Jepang. Jangkauan pasar yang luas ini menandakan stabilitas rantai pasok dari Sulbar ke berbagai negara strategis.

Fokus pada Hilirisasi dan Nilai Tambah

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menilai capaian ini sebagai indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, Pemprov Sulbar berkomitmen untuk tidak sekadar mengekspor bahan mentah, tetapi memperkuat sektor hilirisasi.

​”Langkah selanjutnya adalah terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas dan perluasan pasar ekspor. Kami ingin posisi Sulbar sebagai penopang komoditas strategis nasional semakin solid dan berkelanjutan,” sebagaimana ditegaskan dalam semangat pembangunan daerah. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *