Mamuju, 8enam.com.-Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca di sejumlah wilayah perairan dan pelabuhan strategis. Berdasarkan laporan resmi BMKG Kelas II Tampapadang Mamuju, masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhitung sejak 3 hingga 6 Februari 2026.
Langkah ini merupakan instruksi langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), agar BPBD proaktif melakukan mitigasi risiko hidrometeorologi guna menjamin keselamatan aktivitas maritim di sepanjang garis pantai Sulawesi Barat.
Pemantauan Sembilan Pelabuhan Strategis
Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menjelaskan bahwa laporan cuaca tersebut mencakup wilayah pelabuhan penting, mulai dari Tanjung Silopo, Polewali, Tinambung, Majene (Pelabuhan Baru, Palipi, Pamboang), Dermaga Dungkait, hingga Pelabuhan Ferry Mamuju.
“Pusdalops rutin memonitor informasi BMKG sebagai dasar peringatan dini. Data ini sangat krusial, terutama bagi nelayan tradisional dan operator kapal penyeberangan untuk mencegah potensi kecelakaan laut,” ujar Yasir Fattah.
Potensi Gelombang dan Kecepatan Angin
Berdasarkan data BMKG, meski visibilitas relatif aman (6–7 km), terdapat beberapa parameter yang memerlukan perhatian khusus:
- Tinggi Gelombang: Umumnya 0,3–1,1 meter, namun berpotensi meningkat hingga 1,3–1,6 meter, khususnya di wilayah perairan Majene dan sekitarnya.
- Kecepatan Angin: Berkisar 1–16 knot, namun potensi hembusan mendadak (gust) bisa mencapai 20–24 knot.
- Arus Permukaan: Perubahan arah arus dan pasang surut yang fluktuatif perlu diwaspadai oleh perahu nelayan kecil.
Himbauan bagi Nelayan dan Operator Kapal
Yasir Fattah menegaskan bahwa status gelombang sedang bukan berarti tanpa risiko. Kapal kecil dan perahu nelayan sangat rentan terhadap perubahan cuaca mendadak di tengah laut.
“Kami mengimbau operator pelabuhan dan nelayan untuk tidak memaksakan diri jika kondisi cuaca memburuk. Selalu berkoordinasi dengan BPBD atau instansi terkait sebelum melaut. Keselamatan adalah prioritas utama,” tegasnya.
BPBD Sulbar melalui Pusdalops akan terus melakukan pembaruan informasi selama 24 jam untuk memastikan masyarakat mendapatkan data terkini mengenai perkembangan cuaca di wilayah perairan Sulawesi Barat. (Rls)







