Mamuju, 8enam.com.-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat terus mengakselerasi digitalisasi promosi investasi. Melalui Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, DPMPTSP kini fokus mengoptimalkan pemanfaatan Aplikasi Potensi Investasi Regional (PIR) guna menyelaraskan program daerah dengan sistem investasi nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam meningkatkan daya saing daerah melalui sajian data yang akurat, transparan, dan mudah diakses oleh para investor dari seluruh dunia.
Integrasi Potensi Unggulan ke Sistem Nasional
Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur, menjelaskan bahwa aplikasi PIR merupakan instrumen krusial yang disediakan pemerintah pusat untuk menyatukan peta potensi investasi daerah. Dengan optimalisasi ini, sektor unggulan Sulawesi Barat tidak lagi hanya tersaji di tingkat lokal, namun langsung terintegrasi dengan radar promosi nasional.
“Arahan Plt. Kepala DPMPTSP sangat jelas, kami harus mampu mensinergikan program pusat dan daerah. Aplikasi PIR ini adalah kuncinya. Dengan data yang komprehensif dan up-to-date di dalam sistem, kita menciptakan iklim penanaman modal yang lebih kondusif dan kompetitif,” ujar Satriawan.
Mendorong Realisasi Investasi Berdampak
Secara terpisah, Plt. Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini bahwa ketersediaan informasi yang transparan melalui platform digital akan meningkatkan kepercayaan para pemilik modal untuk menanamkan investasinya di Bumi Manakarra.
“Kami mendorong kolaborasi aktif dengan kementerian, pemerintah kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya. Target akhirnya adalah realisasi investasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat,” tegas Amir.
Daya Saing di Era Digital
Optimalisasi aplikasi PIR diharapkan mampu menonjolkan potensi di sektor pertanian, perikanan, energi, hingga pariwisata Sulawesi Barat secara lebih mendetail. Melalui sistem ini, calon investor dapat melihat analisis peluang investasi secara instan, yang pada gilirannya akan mempercepat pengambilan keputusan bisnis di daerah. (Rls)







