Mamuju, 8enam.com.-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan strategi untuk menarik minat investor. Melalui kolaborasi lintas bidang, Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal melakukan koordinasi intensif dengan Tim Kerja Promosi Penanaman Modal guna menyinkronkan data kajian potensi daerah, Jumat (30/01/2026).
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut arahan Plt. Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, untuk memperkuat kinerja organisasi dan memastikan setiap materi promosi investasi didukung oleh data yang akurat. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan ramah investasi.
Menyusun Narasi Investasi yang Akurat
Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur, menegaskan bahwa promosi investasi yang sukses harus bermula dari kajian internal yang matang. Kolaborasi ini memastikan bahwa apa yang ditawarkan kepada calon investor bukan sekadar klaim, melainkan potensi yang didukung analisis komprehensif.
“Penguatan kolaborasi lintas tim adalah kunci membangun iklim investasi yang kondusif. Kami memastikan setiap potensi yang dipromosikan memiliki landasan data yang kuat, riil, dan memberikan kepastian bagi calon investor,” jelas Satriawan.
Meningkatkan Kepercayaan Investor
Dengan materi promosi yang berbasis kajian matang, DPMPTSP Sulbar optimis dapat meningkatkan kepercayaan para pemilik modal. Kepastian data dan transparansi informasi menjadi indikator utama bagi investor dalam menilai keseriusan pemerintah daerah.
Sinergi internal ini diharapkan dapat menghasilkan materi promosi yang lebih tepat sasaran, sehingga potensi unggulan Sulawesi Barat—mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga energi—dapat tergarap secara maksimal dan berkelanjutan.
Organisasi yang Solid dan Adaptif
Selain peningkatan kualitas konten promosi, koordinasi ini juga bertujuan untuk menjaga kekompakan internal di tubuh DPMPTSP. Dengan organisasi yang solid, target-target kinerja penanaman modal tahun 2026 diharapkan dapat tercapai secara maksimal, yang pada akhirnya akan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Sulawesi Barat. (Rls)







