Mamuju, 8enam.com.-Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan rapor hijau pada kinerja ekonomi di awal tahun 2026. Berdasarkan hasil evaluasi pekan keempat Januari, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Sulbar tercatat turun signifikan ke angka -2,29 persen, menunjukkan tren stabilitas harga yang semakin kuat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di posisi -1,73 persen.
Capaian positif ini merupakan hasil sinergi instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), yang selaras dengan target Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga inflasi nasional di kisaran 2 persen guna menopang pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
Empat Strategi Kunci Pengendalian Harga
Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, Musrifah Hamzah, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi empat langkah strategis yang dijalankan secara konsisten oleh Pemerintah Provinsi bersama jajaran pemerintah kabupaten, yaitu:
- Pengawasan Ketat Komoditas Terintegrasi: Memantau harga BBM dan tarif angkutan secara berkala.
- Ketahanan Pangan: Mengendalikan pasokan kelompok makanan dan minuman untuk mencegah kelangkaan.
- Kelancaran Logistik: Memastikan jalur distribusi terbuka lebar untuk mencegah spekulasi harga dan penimbunan.
- Kebijakan Berbasis Data: Menggunakan data real-time BPS sebagai navigasi pengambilan keputusan yang presisi.
Tetap Waspada Fluktuasi Komoditas
Meski menunjukkan tren deflasi yang baik, Musrifah mengingatkan tim pengendali inflasi daerah (TPID) untuk tetap mencermati pergerakan harga pada beberapa komoditas sensitif.
“Kami tetap memantau fluktuasi harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit di beberapa wilayah. Selain itu, potensi tekanan harga pada bawang putih secara nasional juga menjadi catatan agar tidak berdampak signifikan di Sulbar,” ujar Musrifah di Kantor Bapperida Sulbar, Kamis (29/01/2026).
Menuju Rakornas Bersama Presiden
Stabilitas harga menjadi atensi utama karena menyangkut daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah. Sebagai bentuk penguatan sinergi pusat-daerah, Gubernur Suhardi Duka dijadwalkan menghadiri Rakornas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 Februari mendatang di Sentul.
Forum tersebut akan menjadi momentum bagi Sulawesi Barat untuk mempertajam strategi pengendalian inflasi tahun 2026, memastikan ekonomi daerah tetap tangguh, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat melalui harga kebutuhan pokok yang terjangkau. (Rls)







