Example 300250
DaerahMamuju

Minimalkan Kendala Teknis, BPKAD Sulbar Lakukan Pra-Penginputan RUP 2026 Sebelum Jadwal Resmi

×

Minimalkan Kendala Teknis, BPKAD Sulbar Lakukan Pra-Penginputan RUP 2026 Sebelum Jadwal Resmi

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat mengambil langkah proaktif dalam mempercepat siklus pengadaan barang dan jasa. Bertempat di Ruang SPBE BPKAD Sulbar, Rabu (28/01/2026), tim teknis melaksanakan pra-penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada aplikasi SIRUP untuk tahun anggaran 2026.

​Langkah antisipatif ini dilakukan guna memastikan seluruh data paket pengadaan telah tervalidasi sebelum mengikuti jadwal pendampingan resmi dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang diagendakan pada Jumat mendatang.

Persiapan Matang untuk Pengadaan Cepat

​Upaya ini selaras dengan misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Dengan melakukan pra-penginputan, BPKAD berupaya meminimalisir hambatan teknis yang sering muncul saat proses penginputan massal.

​Operator SIRUP BPKAD Sulbar, Jumardi, menjelaskan bahwa tahap ini sangat krusial agar seluruh paket pengadaan terdata dengan presisi. “Kami ingin memastikan semua data sudah siap dan bersih sebelum masuk ke sistem resmi. Ini adalah cara kami mengantisipasi kendala teknis dan menjamin percepatan proses pengadaan di tahun berjalan,” jelasnya.

Komitmen pada Transparansi dan Ketepatan Waktu

​Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menegaskan bahwa ketertiban di tahap perencanaan adalah kunci pelayanan publik yang berkualitas. Menurutnya, semakin cepat RUP tuntas, maka program pembangunan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

​“Pra-penginputan ini adalah bentuk keseriusan kami. Kami berkomitmen memastikan pengadaan barang dan jasa berjalan tepat waktu, transparan, dan akuntabel demi mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” ujar Ali Chandra.

Efisiensi Melalui Koordinasi

​Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan koordinasi internal sebelum dilakukan asistensi oleh Biro PBJ. Dengan data yang sudah matang di tahap pra-penginputan, proses verifikasi akhir diharapkan berjalan lebih efektif, efisien, dan sepenuhnya patuh pada regulasi yang berlaku. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *