Mamuju, 8enam.com.-Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat melakukan anjangsana ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, Selasa (27/01/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan program keagamaan demi terciptanya kerukunan umat yang kokoh di Bumi Manakarra.
Langkah ini merupakan perwujudan program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat kehidupan religius dan harmonisasi sosial di tengah masyarakat.
MUI Sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Kedatangan rombongan Biro Pemkesra disambut hangat oleh jajaran pengurus MUI Mamuju. Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, menegaskan bahwa MUI memiliki peran sentral sebagai mercusuar bagi umat dan mitra krusial pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan agama.
“MUI adalah mitra strategis kami. Komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan para ulama merupakan kunci dalam menjaga kerukunan serta mendukung terciptanya suasana kehidupan beragama yang moderat dan menyejukkan,” ujar Murdanil dalam pertemuan yang berlangsung akrab tersebut.
Wujudkan Kehidupan Beragama yang Moderat
Dalam dialog konstruktif tersebut, kedua belah pihak menyepakati pentingnya sinergi program yang berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan pesan-pesan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat senantiasa mengedepankan nilai-nilai toleransi.
Beberapa poin penting yang menjadi bahasan meliputi:
- Pembinaan Umat: Memperkuat pengarahan keagamaan yang inklusif.
- Stabilitas Sosial: Menjadikan agama sebagai perekat persatuan di Sulawesi Barat.
- Sinergi Program: Sinkronisasi agenda Biro Pemkesra dengan kegiatan dakwah dan kemasyarakatan MUI.
Dukungan Terhadap Agenda Keagamaan
Murdanil menambahkan bahwa Pemprov Sulbar berkomitmen untuk terus mendukung agenda-agenda strategis MUI yang berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan program keagamaan tidak hanya sukses secara seremoni, tetapi memberikan manfaat nyata bagi pembangunan karakter bangsa di Sulawesi Barat. (Rls)







