Example 300250
DaerahMamuju

Perkuat Harmonisasi, Biro Pemkesra Sulbar Matangkan Agenda Hari Besar Keagamaan 2026

×

Perkuat Harmonisasi, Biro Pemkesra Sulbar Matangkan Agenda Hari Besar Keagamaan 2026

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat menyusun peta jalan kegiatan spiritual daerah. Melalui Rapat Bidang Keagamaan yang dipimpin Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, Selasa (27/01/2026), Pemprov Sulbar mematangkan rencana pelaksanaan Hari-Hari Besar Keagamaan tahun 2026 agar berjalan lebih inklusif dan tertib.

​Langkah ini merupakan implementasi dari program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM), khususnya dalam memperkuat nilai religius dan harmonisasi kehidupan sosial di Bumi Manakarra.

Perencanaan Inklusif Lintas Agama

​Dalam rapat tersebut, Murdanil menekankan bahwa seluruh rangkaian peringatan hari besar keagamaan harus mencerminkan wajah Sulawesi Barat yang toleran. Agenda yang dibahas meliputi penyusunan jadwal kegiatan lintas agama, pola dukungan pemerintah, hingga sinkronisasi anggaran.

​“Perencanaan yang matang sejak awal sangat krusial. Kita ingin setiap kegiatan keagamaan tahun ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi benar-benar tepat sasaran dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sulawesi Barat,” ujar Murdanil.

Sinkronisasi Program dan Dampak Sosial

​Rapat ini juga menjadi ajang koordinasi antarpejabat struktural untuk memastikan dukungan pemerintah daerah tersalurkan secara efektif. Fokus utama diarahkan pada:

  • Ketertiban Pelaksanaan: Memastikan logistik dan jadwal kegiatan terorganisir dengan baik.
  • Inklusivitas: Menjangkau seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
  • Peningkatan Kesejahteraan: Mengaitkan kegiatan keagamaan dengan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menuju Sulbar yang Religius dan Sejahtera

​Dengan perencanaan yang lebih sistematis, Biro Pemkesra optimis agenda keagamaan tahun 2026 dapat menjadi motor penggerak stabilitas sosial. Hal ini sejalan dengan visi besar mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera melalui penguatan pondasi spiritual dan kerukunan umat beragama. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *