Mamuju, 8enam.com.-Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat mempererat sinergi lintas sektor dengan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Kalukku–Karama. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis data teknis yang akurat.
Koordinasi yang berlangsung pada Senin (19/01/2026) ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat tata kelola SDA yang efektif dan berwawasan lingkungan.
Peran Strategis Aspek Geologi
Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Sulbar, Wisnu Hasta Praja, menegaskan bahwa aspek geologi adalah fondasi penting dalam perencanaan dan pemanfaatan sumber daya air. Kunjungan ini sekaligus menindaklanjuti rekomendasi TKPSDA pada akhir tahun 2025 lalu.
“Aspek geologi memiliki peran strategis, mulai dari tahap perencanaan hingga mitigasi risiko kebencanaan. Kami hadir untuk memastikan item rekomendasi sektor ESDM berjalan beriringan dengan kebijakan pengelolaan sungai,” jelas Wisnu.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Dinas ESDM siap menyediakan data teknis krusial, meliputi:
- Peraturan Gubernur terkait penetapan nilai perolehan air tanah.
- Peta Cekungan Air Tanah Provinsi Sulawesi Barat.
Sinergi Hadapi Kompleksitas Wilayah Sungai
Pelaksana Teknik PPK PSDA BWS Sulawesi V Mamuju, Mustakim Massora, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, Wilayah Sungai Kalukku–Karama memiliki fungsi vital sebagai sumber air baku dan irigasi pertanian yang tantangannya kian kompleks.
“Sinergi dengan Bidang Geologi Dinas ESDM sangat kami perlukan untuk menjawab tantangan pengelolaan air yang semakin dinamis. Data teknis geologi akan sangat membantu efektivitas kerja TKPSDA,” ungkap Mustakim.
Komitmen Pertukaran Data Berkelanjutan
Pertemuan tersebut menyepakati rencana tindak lanjut berupa pertukaran informasi teknis secara berkala serta peluang kerja sama dalam kajian dan pemantauan wilayah sungai. Kesamaan persepsi ini diharapkan mampu menjadikan Wilayah Sungai Kalukku–Karama sebagai aset daerah yang dikelola secara profesional demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)







