Mamuju, 8enam.com.-Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menjaga kedaulatan pangan terus dibuktikan di lapangan. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulbar, serangan penyakit Bercak Daun Cokelat yang mengancam 7 hektare lahan padi di Desa Tamemongga, Kecamatan Tommo, kini berhasil dikendalikan, Rabu (21/01/2026).
Langkah penyelamatan ini merupakan bagian dari implementasi program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) untuk memastikan swasembada pangan daerah tetap terjaga.
Penyelamatan Tonase Gabah Petani
Serangan penyakit bercak daun cokelat sebelumnya dilaporkan melanda lahan milik Kelompok Tani Sipatujui I. Jika tidak ditangani segera, serangan ini berpotensi menyebabkan kehilangan hasil hingga 16,63% atau setara dengan 813 kg gabah kering panen per hektare.
Penanggungjawab LPHP Wilayah I Salugatta, Sukri, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) intensif menggunakan bahan aktif metil tiofanat.
”Hasil pengamatan terbaru menunjukkan 3 hektare lahan sudah dinyatakan pulih sepenuhnya. Sementara 4 hektare sisanya yang belum terkendali maksimal, hari ini kembali kami berikan tindakan pengendalian lanjutan agar pemulihan berjalan total,” ungkap Sukri.
Instruksi Monitoring Berlapis
Kepala UPTD BPTPH Sulbar, Hasdiq Ramadhan, telah menginstruksikan jajaran POPT di lapangan untuk melakukan pemantauan ketat selama 7-10 hari pasca-Gerdal. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada serangan susulan yang dapat menurunkan produktivitas.
”Surplus produksi beras di Sulawesi Barat harus tetap kita pertahankan, bahkan ditingkatkan. Oleh karena itu, kehadiran petugas POPT di tengah petani sangat krusial untuk memberikan peringatan dini dan tindakan cepat,” tegas Hasdiq.
Sinergi di Akar Rumput
Keberhasilan pengendalian ini tidak lepas dari kolaborasi antara Penanggungjawab LPHP, Koordinator POPT Kabupaten Mamuju, PPL Desa Tamemongga, dan para anggota kelompok tani. Sinergi ini memastikan bantuan teknis dari pemerintah sampai tepat waktu di tangan petani.
Dengan terkendalinya serangan penyakit ini, petani di Kecamatan Tommo kini dapat kembali bernapas lega dan optimis mencapai target panen rata-rata 5-6 ton per hektare di musim ini. (Rls)







