Mamuju, 8enam.com.-Derasnya arus informasi di ruang digital menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS), masyarakat diajak untuk meningkatkan kecakapan literasi digital agar tidak terjebak dalam pusaran informasi palsu (hoaks) yang kian tak terbendung di media sosial.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) yang menempatkan literasi digital sebagai pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan cerdas di era transformasi digital.
Darurat Ruang Digital: Dari Hoaks hingga Judi Online
Kepala Diskominfo Sulbar, Ridwan Djafar, mengungkapkan bahwa tantangan di ruang digital saat ini semakin kompleks. Selain hoaks, masyarakat juga dibayangi risiko penipuan digital, ujaran kebencian, hingga ancaman judi online yang merusak tatanan sosial.
”Kekuatan media sosial begitu besar dan mustahil dibendung sepenuhnya. Maka pendekatan yang paling realistis adalah mencerdaskan penggunanya. Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar masyarakat mampu menyaring informasi secara mandiri,” tegas Ridwan, Rabu (21/01/2026).
Saring Sebelum Sharing: Membangun Kebiasaan Baru
Ridwan menekankan pentingnya budaya verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Ia meminta masyarakat untuk selalu memastikan sumber informasi jelas dan kredibel sebelum menekan tombol “bagikan”.
”Melawan hoaks adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, komunitas, hingga individu perlu mengambil peran agar ruang digital tidak terus diracuni informasi palsu. Ingat prinsip utama: Saring sebelum Sharing,” lanjutnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Menyadari keterbatasan kewenangan daerah dalam pemblokiran situs bermasalah—seperti situs judi online yang merupakan ranah pemerintah pusat—Diskominfo Sulbar memilih fokus pada edukasi akar rumput. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah kabupaten dan berbagai komunitas digital.
Melalui penguatan literasi ini, Pemprov Sulbar berharap ruang digital di Sulawesi Barat dapat menjadi tempat yang sehat, produktif, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat. (Rls)







