Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi internal untuk menyelaraskan langkah pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026, Senin (19/01/2026). Rapat ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran DKP dalam mendukung visi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM).
Kepala DKP Sulbar, Suyuti M., menegaskan bahwa sektor kelautan harus menjadi mesin penggerak utama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bumi Manakarra.
Integrasi Program PASTI PADU
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah optimalisasi peran DKP dalam program PASTI PADU (Penanganan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terpadu). DKP Sulbar akan mengambil peran spesifik melalui intervensi gizi berbasis sumber daya laut.
“Kita akan fokus pada penanganan stunting melalui intervensi gizi dari ikan. Bantuan peningkatan gizi keluarga akan lebih dioptimalkan dengan menyasar kelompok nelayan dan pengolah hasil perikanan secara langsung,” jelas Suyuti.
Tiga Pilar Program Andalan 2026
Selain penanganan stunting, DKP Sulbar telah menetapkan tiga agenda prioritas yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026:
- Penyediaan Sarpras: Distribusi alat tangkap modern dan fasilitas budidaya perikanan guna mendongkrak produktivitas nelayan.
- Revitalisasi Perbenihan: Pembenahan fasilitas di UPTD Poniang agar mampu menyediakan benih unggul bagi pembudidaya ikan secara berkelanjutan.
- Pengawasan Maritim: Memperkuat peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan untuk memberantas praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan (destructive fishing).
Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas, seluruh Kepala Bidang, serta jajaran Kepala UPTD ini ditutup dengan seruan semangat kolaborasi. Suyuti mengingatkan bahwa target kinerja hanya bisa tercapai jika terjadi sinergi yang kuat antar-unit kerja.
“Mari kita wujudkan sektor kelautan dan perikanan Sulbar yang maju, berdaulat, dan bermanfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan pelaku usaha perikanan kita,” pungkasnya. (Rls)







