Example 300250
DaerahMamuju

Persiapan Rapim, Bapenda Sulbar Genjot Integrasi Aplikasi SIMOTO dan SIGNAL Korlantas Polri

×

Persiapan Rapim, Bapenda Sulbar Genjot Integrasi Aplikasi SIMOTO dan SIGNAL Korlantas Polri

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Menjelang Rapat Pimpinan (Rapim) sektor pendapatan, Bidang Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi (P2IT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat melakukan gerak cepat. Plt. Kabid P2IT menggelar rapat internal maraton guna membedah pemetaan pendapatan dan mematangkan data digitalisasi, Kamis (15/01/2026).

​Langkah akselerasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui sistem digital yang terintegrasi.

Integrasi Sistem SIMOTO dan SIGNAL

​Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan integrasi aplikasi SIMOTO (Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor) milik Bapenda Sulbar dengan aplikasi SIGNAL milik Korlantas Polri. Sinergi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara daring dan transparan.

​“Seluruh data yang disiapkan harus benar-benar valid. Integrasi aplikasi SIMOTO dan SIGNAL adalah prioritas untuk memastikan pelayanan pajak kendaraan kita semakin modern, cepat, dan meminimalkan kendala birokrasi,” tegas Plt. Kabid P2IT dalam rapat tersebut.

Target Data Strategis dalam Dua Hari

​Jajaran P2IT ditargetkan menuntaskan sejumlah dokumen strategis dalam waktu dua hari ke depan sebagai bahan utama pengambilan keputusan dalam Rapim. Data tersebut meliputi:

  • Analisis Tren: Perkembangan kenaikan pendapatan daerah.
  • Struktur Pendapatan: Pemetaan detail sumber-sumber penerimaan.
  • Progres 2026: Capaian penerimaan tahun berjalan.
  • Mitigasi Digital: Identifikasi hambatan teknis dalam implementasi digitalisasi pendapatan.

Fokus pada Pengambilan Keputusan Berbasis Data

​Kepala Bapenda Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, memberikan apresiasi atas langkah responsif jajaran P2IT. Menurutnya, penguatan digitalisasi adalah kunci untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

​“Integrasi sistem dan pemetaan yang akurat merupakan fondasi penting. Rapim harus didukung oleh data yang kuat agar kebijakan yang dihasilkan pimpinan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pembangunan Sulawesi Barat,” ujar Abdul Wahab.

​Rapat ini dihadiri oleh Koordinator Teknologi Informasi Pendapatan, Rosianah M. Nadir, beserta seluruh staf P2IT. Dengan kesiapan data yang komprehensif, Bapenda Sulbar optimistis dapat memberikan rekomendasi strategis guna mengoptimalkan potensi pendapatan daerah di tahun 2026. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *