Mamuju, 8enam.com.-Pasca pembahasan intensif program kerja, Bagian Perencanaan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P3A), serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Barat langsung tancap gas. Tim perencanaan melakukan gerak cepat (gercep) melakukan tindak lanjut penyesuaian program di kantor Dinsos Sulbar, Kamis (15/01/2026).
Langkah responsif ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menerjemahkan visi-misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM), khususnya pada pilar strategis “Pengentasan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial”.
Sinkronisasi Antarbidang untuk Efisiensi
Mewakili Plt. Kepala Dinsos P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, Perencana Ahli Muda Mahyuddin menegaskan bahwa sinkronisasi hasil rapat sangat krusial untuk menjaga ritme kerja organisasi. Penyesuaian ini mencakup penyelarasan kegiatan antarbidang agar program tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.
“Tindak lanjut ini merupakan wujud keseriusan kita dalam memastikan hasil rapat tidak hanya menjadi dokumen pasif, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam perencanaan teknis yang siap eksekusi. Kita ingin setiap program berjalan tepat waktu,” ujar Mahyuddin.
Peran Strategis Perencanaan dalam Perlindungan Sosial
Dalam proses ini, Bagian Perencanaan bertindak sebagai penghubung (hub) yang menyelaraskan seluruh usulan dari bidang sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pemberdayaan desa. Fokus utamanya adalah memastikan setiap anggaran yang dikelola mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat.
Beberapa poin penyesuaian yang menjadi prioritas meliputi:
- Penyelarasan Kegiatan: Memastikan integrasi antara program perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi desa.
- Efektivitas Anggaran: Mengarahkan alokasi dana pada program yang berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan.
- Akurasi Data: Sinkronisasi data penerima manfaat agar bantuan sosial dan program pemberdayaan lebih akuntabel.
Komitmen Pelaksanaan Tepat Waktu
Mahyuddin menambahkan, dengan selesainya penyesuaian ini, Dinsos P3A dan PMD Sulbar optimis seluruh program dapat segera memasuki tahap pelaksanaan tanpa hambatan administratif.
“Bagian Perencanaan menjadi jembatan agar seluruh kegiatan di dinas ini berjalan efektif dan saling mendukung. Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan sosial yang berkualitas,” pungkasnya. (Rls)







