Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) bersama Pemerintah Kabupaten Majene bergerak taktis menanggapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan pangan yang menimpa warga pasca-mengonsumsi Menu Bergizi Gratis (MBG). Langkah cepat ini diambil sesuai instruksi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) untuk memprioritaskan keselamatan warga dan perlindungan SDM unggul.
Kejadian yang terjadi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sendana II, Kabupaten Majene ini, berdampak pada puluhan warga di tujuh desa, yakni Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Onang Utara, Tubo Poang, Bonde-bonde, dan Onang, Selasa (13/01/2026).
Data Penanganan Korban
Berdasarkan laporan terkini per Selasa sore pukul 16.00 WITA, tercatat sebanyak 50 orang terdampak dengan gejala sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, hingga demam. Berikut adalah rincian penanganannya:
- Perawatan di Puskesmas: 38 orang di Puskesmas Sendana II dan 2 orang di Puskesmas Salutambung.
- Perawatan Mandiri: 9 orang dirawat di rumah dengan pemantauan tim medis.
- Sembuh: 1 orang sudah dinyatakan pulangkan.
- Keterangan Tambahan: Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia.
Investigasi dan Pengambilan Sampel
Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar berkolaborasi dengan Dinkes Majene telah menurunkan tim investigasi epidemiologi ke lapangan. Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya:
- Uji Laboratorium: Pengambilan sampel makanan dan muntahan untuk mengetahui penyebab pasti kontaminasi.
- Audit SOP Penyedia: Melakukan edukasi serta peninjauan kembali standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan makanan terhadap penyedia MBG.
- Layanan Medis Intensif: Memastikan seluruh fasilitas kesehatan di sekitar lokasi siap memberikan penanganan darurat secara optimal.
Komitmen Keamanan Pangan
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pemerintah daerah bertanggung jawab penuh atas insiden ini dan menjamin transparansi hasil investigasi.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan transparan. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, adalah prioritas utama. Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas dr. Nursyamsi.
Pemprov Sulbar terus memantau perkembangan kondisi para korban dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi. (Rls)







