Example 300250
DaerahEkonomi & BisninMamuju

Genjot Ekonomi Rakyat, Dinas Perkebunan Sulbar Siapkan Penyaluran Bibit Kakao Unggul di Mamuju

×

Genjot Ekonomi Rakyat, Dinas Perkebunan Sulbar Siapkan Penyaluran Bibit Kakao Unggul di Mamuju

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan rakyat di tahun 2026. Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizhal Thamrin, melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju guna memantapkan rencana penyaluran bibit kakao, Senin (12/01/2026).

​Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan program Alokasi Biaya Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026, yang menjadi pilar penting dalam mendukung visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui sektor unggulan daerah.

Pastikan Penerima Manfaat Tepat Sasaran

​Koordinasi awal ini dilakukan untuk memastikan setiap aspek teknis dan administratif terpenuhi sebelum bibit didistribusikan kepada petani. Fokus utama pembahasan meliputi:

  • Validasi Lokasi: Memastikan kesiapan lahan tanam yang sesuai dengan standar budidaya kakao.
  • Verifikasi Penerima: Mengidentifikasi calon petani penerima manfaat agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.
  • Kesiapan Teknis: Sinkronisasi jadwal pengiriman dan metode pendampingan pasca-tanam.

​“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten adalah kunci. Kami ingin memastikan penyaluran bibit kakao ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar meningkatkan produktivitas petani di Mamuju,” tegas Muh. Faizhal Thamrin.

Kakao sebagai Motor Ekonomi Sulbar

​Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju menyambut optimis program ini mengingat kakao tetap menjadi komoditas primadona dan sumber penghasilan utama masyarakat di Bumi Manakarra. Dengan dukungan bibit unggul, diharapkan masalah penurunan produktivitas akibat pohon yang sudah tua dapat segera teratasi.

Sinergi untuk Kesejahteraan Petani

​Melalui program ABT 2026 ini, Pemprov Sulbar menargetkan adanya peremajaan lahan kakao yang berkelanjutan. Harapannya, revitalisasi ini akan berdampak langsung pada peningkatan volume ekspor kakao daerah dan kesejahteraan keluarga petani.

​“Kami berharap penyaluran bibit ini menjadi stimulan bagi pertumbuhan sektor perkebunan secara berkelanjutan, sehingga Sulbar kembali berjaya sebagai salah satu penghasil kakao terbesar,” pungkas Faizhal. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *