
Mamuju, 8enam.com.-Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3A dan PMD) Sulawesi Barat, Darmawati, menggelar rapat koordinasi internal bersama personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Jumat (09/01/2026). Rapat ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sulbar, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Langkah ini merupakan perwujudan visi misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat sistem perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat.
Tagana : Ujung Tombak Penanganan Darurat
Darmawati menegaskan bahwa peran Tagana sangat krusial sebagai organisasi sosial yang berbasis masyarakat. Soliditas dan kedisiplinan personel menjadi syarat mutlak agar pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Tagana adalah ujung tombak di lapangan. Kesiapan mental, fisik, dan koordinasi yang baik menjadi kunci utama. Kami sangat mengapresiasi dedikasi mereka yang selama ini selalu aktif turun langsung ke titik bencana,” ujar Darmawati dalam arahannya di Ruang Rapat Dinsos P3A dan PMD Sulbar.
Evaluasi dan Mitigasi Cuaca Ekstrem
Rapat ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap kegiatan penanganan bencana sebelumnya. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
Respons Cepat: Peningkatan kecepatan personel dalam melaporkan dan menangani kejadian bencana di lapangan.
Kedisiplinan Administrasi: Penertiban pelaporan agar pendataan korban dan bantuan sosial lebih akurat.
Sinergi Internal: Penguatan komunikasi antara personel Tagana dengan bidang-bidang teknis di dinas terkait.
Prinsip Kerja Humanis dan Ikhlas
Darmawati mengingatkan bahwa kerja-kerja Tagana adalah kerja kemanusiaan yang membutuhkan integritas tinggi. Ia berharap personel tetap profesional namun tetap mengedepankan sisi humanis saat berhadapan dengan warga yang sedang tertimpa musibah.
“Kita ingin memastikan setiap personel siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Kerja kemanusiaan ini harus dilandasi dengan keikhlasan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab yang besar,” pungkasnya.
Dengan penguatan koordinasi ini, Dinsos P3A dan PMD Sulbar berkomitmen hadir lebih cepat dalam memberikan jaminan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat di masa-masa sulit. (Rls)







