
Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat memastikan layanan pengobatan penyakit menular tetap terjaga. Melalui Instalasi Farmasi Provinsi, Dinkes P2KB mulai menyalurkan distribusi logistik program Tuberkulosis (TBC) ke seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, Sabtu (10/01/2026).
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari program Panca Daya Pembangunan serta visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) di sektor kesehatan.
Jamin Ketersediaan Obat Lini Pertama dan Kedua
Distribusi ini mencakup kebutuhan krusial bagi pasien, mulai dari Obat Anti Tuberkulosis (OAT) lini pertama, lini kedua, hingga logistik non-OAT pendukung program lainnya. Seluruh logistik disesuaikan dengan kebutuhan riil masing-masing kabupaten berdasarkan perencanaan matang agar layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit berjalan sesuai standar.
“Pengelolaan logistik adalah pilar utama keberhasilan penanggulangan TBC. Ketersediaan logistik yang aman, cukup, dan tepat waktu adalah aspek yang tidak dapat ditawar,” tegas Kepala Dinkes P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim.
Cegah Putus Obat dan Penularan
dr. Nursyamsi menambahkan bahwa tantangan utama program TBC adalah konsistensi pengobatan pasien. Kekosongan stok obat di fasilitas kesehatan dapat berisiko pada kegagalan terapi dan meningkatkan potensi penularan di masyarakat.
“Kami memastikan tidak terjadi kekosongan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengobatan pasien harus berjalan tanpa hambatan agar target eliminasi TBC dapat tercapai melalui keberhasilan terapi yang tuntas,” jelasnya.
Penguatan Koordinasi Lintas Kabupaten
Melalui pengelolaan logistik yang terintegrasi, Dinkes P2KB Sulbar memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memantau sirkulasi obat secara real-time. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan TBC yang berkualitas, berkelanjutan, dan efektif dalam memutus mata rantai penularan di Bumi Manakarra. (Rls)







