Example 300250
DaerahMamuju

Cegah Risiko Fatal, Kadis PUPR Sulbar Tinjau Langsung Kondisi Jembatan Sungai Bonehau

×

Cegah Risiko Fatal, Kadis PUPR Sulbar Tinjau Langsung Kondisi Jembatan Sungai Bonehau

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat melakukan inspeksi mendalam terhadap Jembatan Sungai Bonehau di ruas Jalan Bonehau–Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Kamis (08/01/2026).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi kerusakan berat pada jalur vital penghubung antarwilayah tersebut.

Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, turun langsung ke lokasi menyusul adanya laporan mengenai kondisi lantai kayu pada bentang jembatan lama yang mulai lapuk dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Spesifikasi dan Fokus Perbaikan

Jembatan Sungai Bonehau merupakan infrastruktur strategis dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:

Konstruksi: Rangka Baja (Steel Truss).
Panjang Bentang: 100 Meter.
Lebar Jalur: 5 Meter.

Dalam tinjauannya, Surya Yuliawan menekankan bahwa lantai jembatan akan menjadi prioritas perbaikan. Dinas PUPR tengah menyiapkan solusi material yang lebih tahan lama, efisien dalam perawatan, serta adaptif terhadap karakteristik lingkungan sungai yang lembap.

Infrastruktur Berkelanjutan untuk Ekonomi Rakyat

Langkah antisipatif ini sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam membangun infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Akses ini adalah urat nadi ekonomi bagi masyarakat Bonehau dan Kalumpang. Kami berkomitmen memastikan jembatan ini berfungsi secara andal agar mobilitas barang dan orang tidak terhambat,” ujar Surya Yuliawan di sela-sela pemantauan.

Komitmen Pelaksanaan Standar Teknis

Dinas PUPR Sulbar akan segera menindaklanjuti hasil tinjauan ini melalui koordinasi lintas sektoral untuk tahap perencanaan dan penganggaran. Fokus utama pemerintah adalah menghadirkan infrastruktur yang kuat secara struktural namun tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.

Dengan penanganan yang terukur, diharapkan Jembatan Sungai Bonehau dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi konektivitas di Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *