Example 300250
DaerahMamuju

Promosi Jabatan 2026 Berbasis Manajemen Talenta, Sekprov Junda Maulana Instruksikan ASN Segera Update Data MyASN

×

Promosi Jabatan 2026 Berbasis Manajemen Talenta, Sekprov Junda Maulana Instruksikan ASN Segera Update Data MyASN

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi memulai transformasi sistem karier Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan Manajemen Talenta pada tahun 2026. Sebagai langkah awal, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar menggelar penjelasan teknis pemutakhiran data pada Sistem Informasi ASN (SI-ASN) secara virtual, Rabu (07/01/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, didampingi Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, serta diikuti oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pejabat Administrator.

Sistem Merit : Promosi Bukan Lagi Berdasarkan Kedekatan

Sekda Junda Maulana menegaskan bahwa mulai tahun ini, proses promosi dan mutasi ASN di lingkup Pemprov Sulbar akan menggunakan sistem merit yang berbasis pada manajemen talenta. Artinya, setiap pergerakan karier pegawai akan ditentukan oleh riwayat kinerja, kompetensi, dan potensi yang tercatat secara digital.

Namun, Junda menyoroti masih rendahnya kesadaran ASN dalam memperbarui data mandiri pada aplikasi MyASN.

“Setelah kita pelajari, masih terlihat banyak ASN yang belum meng-update data mereka. Akibatnya, data ASN belum sepenuhnya akurat dan hal ini berdampak langsung pada penerapan manajemen talenta. Tanpa data yang valid, sistem merit tidak bisa berjalan objektif,” ujar Junda.

Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

Langkah ini sejalan dengan visi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wagub Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dengan manajemen talenta, Pemprov Sulbar dapat menempatkan “The Right Man on the Right Place”.

Kepala BKPSDM Sulbar, Herdin Ismail, menambahkan bahwa pemutakhiran data bukan sekadar urusan berkas administrasi, melainkan instrumen pemetaan masa depan ASN.

“Data SI-ASN menjadi dasar kami memetakan potensi dan kinerja secara objektif. Jika data lengkap, pengembangan karier pegawai akan lebih terukur dan profesional. Ini adalah kunci implementasi sistem manajemen ASN yang adaptif,” tegas Herdin.

Target : Data Akurat 100 Persen

Melalui penjelasan teknis ini, BKPSDM mewajibkan seluruh pengelola kepegawaian di setiap OPD untuk mendampingi stafnya dalam menuntaskan pengunggahan dokumen pendukung seperti sertifikat kompetensi, riwayat pendidikan, hingga capaian kinerja terbaru.

Diharapkan dengan data yang akurat 100 persen, Sulawesi Barat dapat memiliki talent pool (kumpulan talenta) yang siap dipromosikan kapan saja berdasarkan prestasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *