Example 300250
DaerahMamuju

ASN Sulbar Harus Jadi Teladan, Pemprov Masifkan Pengukuran Balita di Lingkungan Perkantoran

×

ASN Sulbar Harus Jadi Teladan, Pemprov Masifkan Pengukuran Balita di Lingkungan Perkantoran

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah jemput bola untuk memastikan kesehatan anak usia dini. Di hari pertama kerja tahun 2026, Dinas Kesehatan Sulbar secara masif menggelar pengukuran dan pemantauan status gizi bagi balita anak para ASN melalui Pos Pelayanan Balita “Maju Sejahtera”, Jumat (02/01/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengejar cakupan data kesehatan yang akurat sekaligus memastikan tidak ada anak di lingkup internal pemerintahan yang terlewat dari pemantauan gizi.

Target: Tidak Ada Balita yang Terlewat

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pemantauan rutin adalah kunci utama pencegahan gangguan pertumbuhan. Dengan membawa layanan ke lingkungan kantor, akses bagi ASN yang bekerja menjadi lebih mudah.

“Pengukuran harus dilakukan secara menyeluruh. Melalui pelayanan di lingkungan perkantoran ini, kami ingin memastikan status gizi setiap anak terpantau secara berkala tanpa mengganggu rutinitas kerja orang tuanya,” ujar dr. Nursyamsi.

ASN sebagai Role Model Kesehatan

Program ini bukan sekadar pemeriksaan medis biasa, melainkan bagian dari strategi besar Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga dalam membangun SDM unggul. ASN Sulbar didorong untuk menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam hal kesadaran kesehatan keluarga.

“ASN diharapkan menjadi teladan. Anak yang sehat hari ini adalah fondasi Sulawesi Barat yang maju di masa depan. Jika ASN-nya tertib membawa anak ke Posyandu, masyarakat tentu akan lebih termotivasi,” tambahnya.

Bagian dari Program PASTI PADU

Akselerasi ini merupakan turunan dari Program PASTI PADU (Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu). Melalui gerakan kolaboratif ini, Pemprov Sulbar ingin memperkuat intervensi kesehatan mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga pegawai pemerintah, sebelum meluas ke seluruh lapisan masyarakat.

Layanan di Pos “Maju Sejahtera” ini meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga konsultasi gizi. Melalui konsistensi ini, Pemprov Sulbar optimis angka stunting dapat ditekan secara signifikan di tahun 2026. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *