
Mamuju, 8enam.com.-Puncak perayaan malam pergantian tahun 2026 di ibu kota Provinsi Sulawesi Barat diwarnai lonjakan kendaraan yang signifikan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulbar mencatat peningkatan arus lalu lintas mencapai 70 persen dibandingkan hari biasa.
Menyikapi hal tersebut, Dishub Sulbar berkolaborasi ketat dengan Dishub Kabupaten Mamuju dan Satlantas Polresta Mamuju untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik vital, terutama akses menuju pusat keramaian.
Rekayasa Jalur dan Penutupan Jalan
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Sulbar, Akbar Atjo, menjelaskan bahwa mulai Rabu malam (31/12), pihaknya telah menerapkan sistem satu jalur (one way) di ruas jalan utama.
“Untuk mengantisipasi kemacetan parah, kami menutup salah satu ruas jalan menuju Pantai Manakarra dan memberlakukan sistem satu jalur,” ujar Akbar seizin Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
Penindakan Knalpot Brong dan Helm
Meski pengamanan diperketat, petugas di lapangan masih menemukan kendala berupa rendahnya kesadaran berkendara. Sejumlah pengendara terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian karena melanggar aturan dasar.
“Beberapa pengendara diamankan karena tidak menggunakan helm dan menggunakan knalpot racing (brong). Kami mengimbau warga, jika ingin ke Pantai Manakarra, sebaiknya tidak menggunakan mobil karena kantong parkir sudah penuh sesak,” tambah Akbar. (Rls)







