Example 300250
DaerahMamuju

Refleksi Akhir Tahun : SDK–JSM Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Anggaran Demi Sulbar Maju

×

Refleksi Akhir Tahun : SDK–JSM Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Anggaran Demi Sulbar Maju

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Menutup lembaran tahun 2025, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) menggelar malam silaturahmi dan refleksi akhir tahun di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (31/12/2025).

Dalam momen tersebut, SDK mengakui bahwa tahun pertama kepemimpinan mereka merupakan periode yang penuh ujian namun dilalui dengan optimisme tinggi.

Saling Menguatkan di Tengah Keterbatasan

Sejak dilantik, pasangan SDK–JSM langsung dihadapkan pada realitas tantangan yang kompleks. Namun, SDK menegaskan bahwa kunci keberhasilan melewati masa sulit ini adalah soliditas antara Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Di awal, tantangan terlihat begitu besar. Tapi kami optimis bisa melaluinya karena kami saling menguatkan, bukan saling meniadakan,” tegas SDK di hadapan pimpinan OPD dan Forkopimda yang hadir.

Ibarat Mobil : “Ingin Gas Maksimal, Tapi BBM Dikurangi”

SDK memberikan perumpamaan menarik mengenai kondisi keuangan daerah yang sempat menjadi hambatan di awal pemerintahan. Ia menggambarkan ambisi pembangunan yang tinggi harus berbenturan dengan keterbatasan fiskal.

“Disaat kami ingin menggunakan gas yang maksimal, tapi BBM-nya ternyata dikurangi begitu besar,” ungkapnya mengacu pada kondisi anggaran daerah.

Meski harus “memutar otak” akibat efisiensi anggaran, hal ini justru memacu Pemerintah Provinsi Sulbar untuk bekerja lebih cerdas dan fokus pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Fokus APBD 2026 : Ekonomi, Kemiskinan, dan Keadilan

Menatap tahun 2026, SDK memastikan bahwa visi Panca Daya tetap menjadi kompas utama. Target pembangunan tidak akan diturunkan sedikitpun meski tantangan ekonomi global maupun nasional membayangi.

Berikut adalah poin utama fokus pembangunan Sulbar di tahun 2026:

Pertumbuhan Ekonomi: Memicu sektor-sektor produktif di enam kabupaten.

Pengentasan Kemiskinan: Menargetkan penurunan angka kemiskinan minimal 1% setiap tahunnya.

Keadilan Wilayah: Memastikan distribusi pembangunan yang merata di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

“Saya tidak akan mengurangi target Panca Daya 2026. Kita akan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dan memastikan rasa keadilan tercipta bagi masyarakat,” pungkasnya.

Acara refleksi ini ditutup dengan pemutaran video kaleidoskop yang menampilkan capaian-capaian strategis Pemprov Sulbar selama setahun terakhir, sebagai bukti nyata bahwa di tengah keterbatasan, pembangunan tetap melaju. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *