Example 300250
DaerahMamuju

Sinergi Kunci Tanggap Bencana : BPBD Sulbar ‘Godok’ Kesiapsiagaan Prajurit Korem 142/Tatag di Hari Kedua PROGLATSI

×

Sinergi Kunci Tanggap Bencana : BPBD Sulbar ‘Godok’ Kesiapsiagaan Prajurit Korem 142/Tatag di Hari Kedua PROGLATSI

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam meningkatkan kesiapsiagaan terpadu menghadapi bencana semakin kuat. Pada hari kedua Latihan Pengkaderan PROGLATSI (Program Latihan Terpusat Sistem Blok) Kodam XXIII/PW, Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar kembali menjadi dapur pelatihan bagi anggota Korem 142/Tatag Mamuju.

Latihan yang mengambil tema Penanggulangan Bencana ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menargetkan peningkatan kecepatan respons dan kesiapan seluruh unsur, termasuk TNI, dalam menghadapi potensi ancaman kebencanaan di wilayahnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulbar, Arnidah, memimpin langsung sesi hari kedua yang padat materi dan praktik. Ia menjelaskan bahwa fokus hari ini adalah membekali para prajurit dengan pengetahuan taktis dan keterampilan praktis.

“Hari ini, Kamis 4 Desember, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang manajemen kebencanaan, mulai dari jenis-jenis ancaman hingga pengenalan peralatan operasional darurat,” ujar Arnidah.

“Puncaknya, kami mengadakan simulasi agar setiap peserta mampu mempraktikkan langkah-langkah respons cepat dan tepat di lapangan secara langsung,” Tambahnya.

Arnidah menekankan bahwa peningkatan kapasitas aparatur TNI adalah langkah strategis untuk memperkuat sinergi penanganan bencana. Kehadiran Korem 142/Tatag dinilai memberikan nilai tambah yang signifikan dalam upaya kolaborasi lintas lembaga di masa darurat.

Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan keseriusan peserta.

“Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi bertujuan membangun kesiapsiagaan terpadu yang kokoh. Kami berharap ilmu yang didapat ini mampu dibawa kembali ke satuan masing-masing dan diaplikasikan secara efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan di tengah situasi bencana,” tutup Yasir Fattah. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *