
Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Melalui Dinas Ketahanan Pangan Daerah Sulbar, Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan di lingkungan Gereja GSJA pada Rabu, 3 Desember 2025.
Kegiatan GPM ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga agar GPM terus digalakkan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulbar, Abd Waris Bestari, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk membeli bahan pokok yang dijual.
“Masyarakat sangat antusiasme datang untuk membeli bahan pokok,” kata Waris.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Ketahanan Pangan dengan berbagai mitra, termasuk Bulog, Bank Indonesia (BI), dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Diskon Besar untuk Kebutuhan Pokok
Waris Bestari merinci bahwa GPM ini menyediakan berbagai komoditas penting, seperti beras, daging ayam, telur, cabai, bawang merah dan putih, serta minyak goreng.
Yang menjadi daya tarik utama adalah selisih harga yang signifikan. Harga pangan yang dijual di GPM ini rata-rata 20 hingga 30 persen lebih murah dibandingkan harga pasar biasa.
“Kita harap GPM dapat meringankan beban ekonomi warga, khususnya dalam menyambut perayaan hari besar keagamaan,” tandas Waris, menegaskan kembali tujuan utama dari pasar murah ini.
Pelaksanaan GPM ini diharapkan dapat menjadi penyangga daya beli masyarakat dan menekan potensi inflasi yang biasanya terjadi menjelang akhir tahun. (Rls)







