Example 300250
DaerahMamuju

Bukan Formalitas! Sekda Sulbar Junda Maulana Pastikan Posko Siaga Darurat Bencana Dipantau 24 Jam Penuh

×

Bukan Formalitas! Sekda Sulbar Junda Maulana Pastikan Posko Siaga Darurat Bencana Dipantau 24 Jam Penuh

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi mengaktifkan Posko Siaga Darurat Hidrometeorologi Basah dan Cuaca Ekstrem 2025, sebagai langkah mitigasi darurat menyusul meningkatnya potensi bencana dalam beberapa pekan terakhir.

Aktivasi posko yang menjadi pusat komando terpadu ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di Kantor BPBD Sulbar, Senin, 24 November 2025. Perkembangan dari posko ini akan dilaporkan langsung kepada Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

Peringatan Keras : Bukan Sekadar Seremonial

Sekda Junda Maulana menegaskan bahwa pengaktifan posko ini merupakan tindak lanjut dari instruksi nasional untuk memperkuat mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.

Namun, ia memberikan penekanan keras kepada seluruh personel yang terlibat dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya agar tidak menganggap posko ini sebagai kegiatan seremonial.

“Ini bukan sekadar formalitas. Posko harus benar-benar aktif dengan personel yang siaga di tempat, lengkap dengan perlengkapannya,” tegas Junda Maulana.

Ia menjelaskan, posko ini menjadi kunci untuk mengaktifkan kesiapsiagaan semua satuan agar dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalisir.

Junda Maulana: Akan Sidak Mendadak Kapan Saja

Untuk memastikan komitmen ini, Junda Maulana menyampaikan dirinya akan memantau langsung aktivitas posko, bahkan secara mendadak kapan saja, siang maupun malam.

“Saya akan selalu mengecek. Bisa pagi, siang, magrib, jam 10 malam, jam 12 malam, bahkan jam 1 malam. Kalau saya belum tidur, saya akan datang ke posko untuk memastikan kesiagaan,” ujarnya, menunjukkan keseriusan Pemprov dalam penanganan bencana.

Selain kesiapsiagaan personel dan perlengkapan, Sekda juga menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. SOP ini harus dipahami seluruh tim, mencakup pembagian tugas dan jalur komando, demi menghindari tumpang-tindih peran.

“SOP itu penting agar tidak ada tumpang-tindih, tidak saling tunjuk. Siapa melakukan apa harus jelas,” tutupnya, seraya mengajak seluruh pihak tetap waspada dan berdoa agar Sulbar terhindar dari bencana besar. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *