Example 300250
DaerahMamuju

Junda Maulana : Pendamping Koperasi Merah Putih Adalah Garda Terdepan

×

Junda Maulana : Pendamping Koperasi Merah Putih Adalah Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Kick-off Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tingkat nasional secara resmi dimulai di Provinsi Sulawesi Barat. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Junda Maulana, membuka kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Maleo Town Square (Matos) Mamuju, Kamis (13/11/2025).

Program inisiatif Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini mengangkat tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045” dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendamping dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa/kelurahan.

Dalam sambutannya, Sekprov Junda Maulana menyampaikan bahwa pelatihan ini vital untuk memperkuat tata kelola dan manajemen koperasi agar beroperasi secara transparan dan akuntabel, sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

“Saya percaya bahwa keberhasilan koperasi merah putih di Sulawesi Barat ini Insya Allah bisa berjalan dengan baik,” ujar Junda Maulana optimis.

Pesan Tegas : Jaga Kepercayaan dan Jangan Bolos

Namun, Junda Maulana menyampaikan pesan yang sangat tegas kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa menjadi pendamping adalah sebuah kepercayaan besar di tengah kondisi krisis fiskal saat ini.

“Tanamkan dalam diri kalian semuanya bahwa datang bukan hanya sekadar mencari pekerjaan tapi datang untuk mendukung program pemerintah yang sangat baik ini,” tegasnya.

Sekprov menekankan bahwa pendamping adalah ujung tombak keberhasilan program di lapangan dan harus benar-benar memahami mekanisme tata kelola koperasi modern. Bahkan, ia memberi ultimatum keras terkait kedisiplinan.

“Jadi jangan ada yang bolos disini, saya minta kepada panitia di absen. Kalau tingkat kehadirannya kurang, jangan ragu-ragu bisa diberhentikan,” tegas Junda.

Ia menambahkan, status rekrutmen bukanlah ‘harga mati’. “Kalau tingkat kehadirannya tidak representatif maka tak usah dilanjutkan, dilaporkan untuk di berhentikan dan itu tidak harga mati,” pungkas Junda Maulana.

Pelatihan ini, yang berlangsung dari 13 hingga 17 November 2025 dan diikuti oleh 186 peserta se-Sulbar, diharapkan dapat mencetak motor penggerak yang profesional dan mampu mentransformasi KDKMP menjadi lembaga ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *