Mamuju, 8enam.com.-Bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju, Sulbar menyisakan duka yang mendalam.
Alih fungsi hutan menjadi kebun disebut sebagai salah satu penyebab bencana banjir dan longsor.
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Muh. Aksan melihat banjir yang terjadi di Kalukku, akibat perubahan Fungsi lahan hutan menjadi kebun warga.
Sementara penyebab yang lain kata Aksan, akibat Gempa bumi yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Mamuju.
Ia mengungkapkan, dari bencana banjir yang terjadi, fungsi hutan dianggap perlu mengurangi banjir dan tanah longsor, asal pohon dan tanahnya dilindungi.
“Jadi sudah banyak aktivitas fungsi hutan yang sudah berubah, itu mungkin jadi salah satu penyebab, ada juga penyebab yang lain, akibat gempa tanahnya sudah bergerak, akhirnya air masuk di sela-sela tanah, ya kita harus jaga hutan kita,” kata Muh. Aksan saat di temui di kantornya, Rabu (19/10/2022).
Meskipun begitu, dia mengaku telah mengirim alat berat di Desa Uhaimate sejak beberapa hari lalu, untuk membersihkan material longsor akibat banjir bandang dan longsor yang melanda daerah itu.
“Hari Minggu lalu telah mengirim alat berat Excavator disana, dan sudah bekerja membersihkan material longsor,” kata Kadis PUPR Sulbar.
Aksan menuturkan, bakal menambah alat berat ekskavator. Hingga saat ini Desa Uhaimate memang memerlukan penanganan serius, apalagi daerah ini terisolir.
“Ya kami mendapatkan Informasi, Desa Uhaimate ini menjadi titik terparah, jadi kami masuk disitu dulu,” ungkapnya.
Dinas PUPR Sulbar sejauh ini telah mengirimkan alat berat di kecamatan Kalukku sebanyak dua alat Excavator yang disiagakan. (edo)