Mateng, 8enam.com.-Peringatan hari santri nasional ke 7 tahun 2021 tingkat Kabupaten Mamuju Tengah digelar di Pondok Pasantren Al Arasy Desa Tobadak Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju, Jum’at (22/10/2021).
Peringatan hari santri nasional ke 6 mengusung tema “SANTRI SIAGA JIWA RAGA” yang dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum, Colleng, Kapolres Mateng, AKBP Muh. Zakiy Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras, Kemenag Mateng, Ketua MUI Mateng, Ketua Baznas, Pimpinan Pondok Pesantren Se Kabupaten Mateng serta Perwakilan para santri santriwati se Kabupaten Mateng.
Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Mateng, Arsal Aras mengatakan, momentum hari santri ini mengingatkan kita pada sejarah tentang perjuangan republik ini, bahwa ternyata santri-santri jaman dahulu kala mampu merebut dan memperjuangkan bangsa dan negara.
“Oleh karna itu, pemerintah saat ini telah mencanangkan hari santri yang ke 6 tahun 2021, kedepan harapan kita kedepan santri-santri ini tidak lagi berjuang merebut negara tetapi bagaimana santri-santri ini kita didik dengan baik menjadi generasi emas, generasi yang beraklak dimasa mendatang,” ujar Arsal.
Karna itu kata Arsal, kehadiran pondok pesantren yang ada di Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat dan seluruh Indonesia patut kita apresiasi untuk bagaimana membina generasi-generasi emas, generasi-generasi Bangsa.
“Harapan kita, bagaimana mendekatkan pendidikan agama pada anak-anak kita, saat ini dikota-kota besar menjadi primadona pondok pesantren,” kata Arsal.
Arsal sampaikan, pihaknya membuka ruang kepada ulama-ulama, pimpinan pondok pesantren untuk berdiskusi, kira-kira seperti apa pengembangan pendidikan agama kita kedepan. Pihaknya siap berkontribusi untuk memperbaiki generasi-generasi dimasa yang akan datang.
“Pemimpin-pemimpin dimasa yang akan datang lahir dari pondok-pondok pesantren, karna itu kita tidak lagi mendidik mereka secara moral, tetapi paling tidak leadership yang sudah tertanam yang didik oleh pak kiyai, pimpinan-pimpinan pondok, menjadi pemimpin nanti diwilayah kita Kabupaten Mamuju Tengah,” pungkas Arsal. (A-51)