Mateng, 8enam.com.-Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Arwan M. Aras minta Dinas Sosial (Dinsos) agar melalukan pendataan dengan cermat dam akurat bagi penerima Bantuan Sosial (Bansos).
Hal itu disampaikan Arwan Aras saat menyerahkan secara simbolis Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Bantuan Pangan Non Tunai serta Bantuan Beras bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) tahun 2021 Kabupaten Mamuju Tengah yang dilaksanakan di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Senin (18/10/2021).
Program tersebut merupakan program dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah,
Arwan Aras, menyampaikan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial RI yang disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Mateng kepada masyarakat yang kurang mampu. Ini adalah Bukti cinta pemerintah kepada rakyatnya,
“Untuk itu, saya meminta kepada Dinas Sosial Kabupaten Mateng agar dapat melakukan pendataan secara cermat dan akurat terhadap calon penerima bantuan sosial tersebut,” kata Arwan.
Menurutnya, dengan data yang akurat, penyaluran bantuan sosial bisa dilaksanakan dengan cepat dan tepat sasaran sehingga outputnya pun bisa dirasakan oleh keluarga yang memang kurang mampu.
“Bantuan ini diperuntukan untuk rakyat yang kurang mampu, jangan sampai malah diberikan kepada keluarga yang berkecukupan,” tegasnya.
Sementara itu, Kadis Sosial Mateng, Hj. Asmira Djamal menyampaikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diserahkan secara simbolis kepada keluarga penerimah manfaat hari ini, diberikan kepada masyarakat Desa Kambunong dengan Kuota 101 KKS, untuk keseluruhan Se Kab. Mamuju Tengah sebanyak 4.500 KKS.
Lanjutnya, Kartu Keluarga Sejahtera ini nantinya setiap bulannya masuk ke rekening masing-masing penerimah KKS sebenyak 200 ribu dari Kementerian Sosial RI perbulannya, dalam bentuk kuota Sembako seperti Sumber Karbohidrat, Protein Hewani, Nabati, Sumber Gizi Lainnya, yang nantinya akan ditransaksikan diagen e-warong, yang telah disiapkan oleh Himbara (himpunan bank negara) yang dalam hal ini BNI.
“Bantuan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, untuk itu, ia berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat dipergunakan dengan semestinya guna membangkitkan kembali perekonomian masyarakat,” ungkap Asmira. (A-51)