Mamuju, 8enam.com.-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat yang baru saja dilantik, Amujib, menginstruksikan perubahan paradigma besar-besaran di lingkungan kerjanya. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan di Sulawesi Barat tidak boleh hanya sekadar tumpukan dokumen, melainkan harus lahir dari empati dan kepekaan terhadap realitas ekonomi masyarakat.
Instruksi ini disampaikan dalam pertemuan internal perdana di Ruang Rapat Bapperida Sulbar, Rabu (21/01/2026). Langkah ini menjadi penegasan dukungan penuh terhadap Program Pancadaya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM).
Birokrasi Membumi: Selesaikan Masalah Internal Terlebih Dahulu
Amujib menekankan bahwa Bapperida harus menjadi teladan (role model) dalam menangani persoalan sosial. Sebelum mengurus kemiskinan dan stunting di tingkat provinsi, ia menargetkan lingkungan internal Bapperida sendiri harus bersih dari masalah anak putus sekolah dan anak stunting.
“Bapperida mengurusi persoalan paling mendasar masyarakat. Karena itu, kita harus menjadi teladan terlebih dahulu dengan membangun kesejahteraan keluarga masing-masing. Perubahan paradigma ini adalah cara kita benar-benar menjadi bagian dari upaya membangun Pancadaya Pak Gubernur,” tegas Amujib di hadapan seluruh jajarannya.
Target Nasional: Masuk 5 Besar Perencanaan Terbaik 2027
Tidak hanya soal empati, Amujib juga menetapkan standar kinerja tinggi. Ia menargetkan Bapperida Sulbar mampu menembus jajaran elit perencanaan pembangunan di tingkat nasional pada tahun mendatang.
“Target kita tahun 2027 harus masuk nominasi perencanaan terbaik nasional. Minimal masuk sepuluh besar, dan jika bisa, kita kejar lima besar,” ujarnya optimistis.
Ia juga mendorong penguatan indikator penilaian nasional seperti Reformasi Birokrasi (RB), SAKIP, dan SPBE, yang menjadi tolok ukur profesionalisme sekaligus dasar penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Konsolidasi Internal dan Penguatan Tim
Pertemuan yang dibuka oleh Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi, Hasanuddin, ini juga menjadi ajang penguatan konsolidasi organisasi. Seluruh personel dan jajaran kepala bidang berkomitmen untuk menyatukan langkah demi mewujudkan birokrasi yang membumi namun tetap unggul secara prestasi.
Dengan kepemimpinan baru ini, Bapperida Sulbar diharapkan bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya cerdas secara teknokratis, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang kuat dalam melayani masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)







